Written by Mutia Tri Satya & Abdul Fidayan
Mengajar itu panggilan jiwa, pengabdian tanpa pamrih. Pekerjaan yang sangat mulia, dimana salah satu cara untuk mencerdaskan generasi muda. Sehingga bangsa ini bebas dari kebodohan dan kemiskinan.
Mengajar yang efektif, tidak hanya sekedar transfer ilmu saja. Tetapi perlu memberikan pemahaman dan pendalaman. Tidak hanya teori yang didapat tetapi mendapatkan hal yang lain juga yaitu ILMU DAN HATI.
Mengajar dengan ilmu.
“ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu yang dibagikan dan bermanfaat untuk orang lain”. Ketika Dosen memiliki suatu pengetahuan yang baru, dengan senang dan ikhlas bagikan di dalam kelas. Sehingga mahasiwa memperoleh informasi yang update tentang perkembangan yang terjadi di luar kelas.
Untuk memenuhi tujuan ini, pengajar selalu upgrade ilmu dengan cara mengikuti seminar-seminar. Baik itu yang diadakan oleh lembaga pendidikan lain maupun lembaga pemerintah. Dengan topik yang berkaitan dengan background ilmu.
Hal ini bisa dijadikan topik di mata kuliah, tanyakan pendapat mereka tentang perkembangan saat ini. Awalnya diskusi mungkin tidak berjalan dengan baik, tapi gunakan trik dengan memancing agar mereka mau beropini apapun itu pendapatnya.
Mencoba memancing emosi mereka dengan mengatakan “kalau disetiap taman banyak bunga warna kuning, berusaha untuk menjadi warna merah, dengan begitu kita akan mempunyai keunikan”. Dalam artian setiap orang harus punya diferensiasi sehingga akan menambah nilai lebih. Tekankan juga orang yang selalu berpendapat akan didengar dan selalu dimintai pendapat dalam hal pengambilan keputusan.
Kelas itu bukan sarana untuk mendengarkan dosen yang mengajar, tapi kelas itu adalah sarana berbagi ilmu, tempat diskusi. Dengan seperti itu semunya mendapat keuntungan. Dari sisi dosen, mendapatkan ilmu baru yang didapat dari opini mahasiswa, dan dari sisi mahasiswa mereka akan terbiasa untuk mengungkapkan pendapat. Dimana manfaatnya bisa dipakai ketika mereka bekerja di perusahaan.
Membuat mahasiswa berfikir, itu yang dilakukan agar mahasiswa tidak hanya menerima. Topik apapun selalu dibahas dan didiskusikan, strateginya buat suasana pro kontra untuk menjadikan suasana lebih menarik. Kalau sudah seperti ini suasana kelas akan terasa lebih hidup, dan hal ini juga membiasakan mahasiswa dengan perbedaan pendapat tapi disampaikan dan diselesaikan dengan cara yang bijak.






